Senin, 02 April 2018
Rumah adalah JODOH
Finally,,, setelah 2 tahun lebih penantian, akhirnya mimpi kami pun tercapai.. Kita punya RUMAH..!!!
Investasi dan keputusan terbesar yang kita ambil (setelah keputusan menikah tentunya).
Mungkin ini lebay buat sebagian orang, tapi ngga buat kita. Belum pernah kita mengeluarkan uang sebesar ini, dengan resiko jangka panjang dan segala ketidakpastian di tahun2 mendatang.
Proses yg cukup panjang dan lama selama 2 tahun, diisi dengan capek, stres, marah, kecewa, sedih, sampai dengan nangis (yg pasti saya lah yg nangis, masak dia). Akhirnya, saat terakhir di proses jual beli ini kami baru bisa mensyukuri perjalanan itu dan menyadari betapa baiknya Tuhan.
Apa hubungannya sih rumah ama Tuhan? Kalau orang beli rumah itu jodoh-jodohan, itu BETUL..!! 2 tahun kami keliling cari rumah dengan tulisan “DIJUAL”, tiap malam cari di web penjualan rumah, sampai datang setiap kali ada expo, tetap aja ngga nemu rumah yang cocok di hati (cocok sama budget juga). Dan pas liat rumah ini, kita uda setengah pasrah, antara mau menyerah dan masih mau berusaha. Ngga disangka di setiap proses pembelian rumah ini kita bertemu dengan orang-orang yang baik dan sangat menolong, mulai dari penjual, marketing bank, sampai notaris. Biar pun proses jual beli nya ngga berjalan dengan mulus, tapi beruntung dengan orang-orang ini semuanya berjalan dengan baik dan setiap masalah bisa diselesaikan.
Jadi rumah itu ibarat JODOH, jodoh dari rumah yang akan kita tempati, termasuk orang-orang dalam proses jual beli rumah ini. Bahkan dengan penjual rumah ini kita jadi deket, uda kita anggap seperti orang tua sendiri, begitu pula sebaliknya. Tiap kali kita bersilahturami ke rumah nya, kita bisa ngobrol berjam-jam, sampai lupa waktu.
Buat aku pribadi, dalam proses ini ada ujian iman juga. Di awal pencarian rumah ini, setiap kali kita liat rumah yang oke dan bisa dipertimbangkan, kita langsung tanya ama orang “pintar”. Kita konsultasi apa rumah ini jodoh atau ngga. Hmm,, kalo ngga salah 2 rumah kita tanya ama orang “pintar”. Sampai akhirnya kita pikir, males juga ya liat rumah mesti antri buat nanya. Akhirnya pun kita bawa dengan doa, mulai dari pencarian rumah, keputusan untuk proses jual beli, termasuk proses KPR, kita serahkan pada Tuhan. Kalau sampai ngga jadi, ya berarti jodoh kita hanya sampai di sini, jadi kita akhirnya pun pasrah saat proses jual beli rumah ini. Pasrah tapi tetap berusaha dan siap menerima kalau sampai akhirnya kita ngga jadi punya rumah ini.
Kita pun percaya bahwa Tuhan lah yang punya rencana ini semua, mungkin ini saat yang tepat bagi kita untuk punya rumah. Bisa bertemu dengan orang-orang ini sungguh patut disyukuri. Dan ini saat yang tepat, karena keuangan kita yang cukup untuk bisa bayar DP dan semoga membayar cicilan KPR ke depannya. Hahahahaha…
Semua itu ada waktunya, mau seberapa keras kita berusaha dan berdoa, kalo Tuhan belum mengijinkan ya kita cuman bisa berserah. Mungkin kalau di awal kita bisa langsung dapat rumah, kita tidak pernah merasakan betapa indahnya mensyukuri segala kebaikan Tuhan. Kita juga ngga boleh sombong dengan segala yang kita miliki, karena semua itu akan percuma dan tidak ada gunanya kalau Tuhan belum mengijinkan. Kalau Tuhan mengijinkan, maka semua masalah bisa diatasi dan berjalan dengan lancar.
Langganan:
Postingan (Atom)
Apa menikah harus punya anak?
Pernikahan kami memasuki tahun kelima, pasti banyak yang bertanya apakah kami sudah mempunyai anak? Belum, sampai saat ini kami belum dika...